Super Junior - Donghae

Selasa, 11 Juni 2013

LAPORAN SPH 1 ANATOMI KADAL



ANATOMI KADAL

(Mabouya multifasciata)















Andriani Diah Irianti
B1J012011
Asisten : Marlina






LAPORAN PRAKTIKUM STRUKTUR DAN PERKEMBANGAN HEWAN I






KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN 
FAKULTAS BIOLOGI
PURWOKERTO

2013






I. PENDAHULUAN
   
A.    Latar Belakang
  
Kadal merupakan organisme reptil yang berjalan dengan melata, memiliki dua pasang kaki dan biasanya dapat dijumpai pada area sawah dan perkebunan. Tubuh kadal tertutupi oleh kulit yang kering dengan sisik-sisik zat tanduk dipermukaan tanpa adanya kelenjar-kelenjar lendir. Warna pada kadal dapat berbeda-beda berdasarkan lingkungan atau umur kadal itu sendiri. Kadal (Mabouya multifasciata) mempunyai kemampuan bergenerasi pada bagian ujung ekor yang lepas. Hal ini terjadi jika ekor kadal dipegang, maka vertebrata ini akan melepaskan ekornya sebagai pertahanan dirinya.
Kadal (Mabouya multifasciata) merupakan jenis kelompok kadal yang paling banyak di Afrika, kepulauan Indonesia dan Australia. Jumlah spesies kadal ini melampaui jumlah familia reptil yang lainnya. Separuh atau lebih spesies terdapat di Asia Tenggara dan hanya kira-kira 50 spesies saja yang berada di belahan bumi barat. Kadal mempunyai dua pasang anggota gerak yaitu sepasang kaki depan (extrimitas anterior) dan sepasang kaki belakang (extrimitas posterior). Masing-masing berjari lima dan kuku-kuku yang cocok untuk berlari, mencengkram dan naik ke pohon.
Kadal (Mabouya multifasciata) digunakan sebagai preparat praktikum untuk mewakili kelas reptilia yang tidak berbisa sehingga tidak berbahaya serta struktur anatominya yang mudah diamati dan dipelajari bagian-bagiannya. Selain itu kadal juga mudah didapat.

B.     Tujuan

Tujuan dari praktikum Struktur dan Perkembangan Hewan 1 kali ini adalah untuk mengetahui Morfologi dan Anatomi Kadal (Mabouya multifasciata).

    

II.   MATERI DAN BAHAN

A.    Materi


Alat yang digunakan adalah bak preparat, pinset, gunting beda
Bahan yang digunakan adalah Kadal (Mabouya multifasciata ), air kran, kloroform, tissue.

B. Metode


Metode yang digunakan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut:
1. Kadal dimasukkan ke larutan eter dan dibiarkan sampai mati lemas.
2.      Setelah mati kadal dibedah dan pembedahan dimulai dengan pengguntingan di depan lubang kloaka ke sisi kiri dan kanan tubuh kemudian ke arah depan melewati kaki depan sampai ke tengah rahang atas.
3.      Hemipenis kadal dapat diketahui dengan cara menekan pangkal ekor.
4.      Bagian-bagian rongga mulut dapat diketahui dengan cara menggunting kedua sudut mulut lebar-lebar, rahang dibuka kemudian ditarik bagian atas dan bawah, maka bagian dalam akan kelihatan.
5.      Bagian-bagian dalam tubuh reptil diamati dan digambar serta diberi keterangan gambar.

B.     Pembahasan
Kadal (Mabouya multifasciata), menurut Storer dan Usinger (1961) diklasifikasikan sebagai berikut:
Kingdom         : Animalia
Phylum            : Chordata
Subphylum      : Vertebrata
Classis             : Reptilia
Subordo          : Squamata
Familia            : Latertilia
Genus              : Mabouya
Spesies            : Mabouya multifasciata
Hasil pengamatan anatomi kadal didapatkan bahwa tubuh kadal (Mabouya multifasciata) terbagi menjadi tiga bagian yaitu caput, truncus dan cauda. Kadal mempunyai dua pasang kaki yang terletak pada bagian bawah, sepasang di depan dan sepasang di belakang. Kulit kadal umumnya tertutup oleh lapisan squama epidermal yang menanduk, di bawahnya disokong oleh lamina derminalis yang menulang. Lubang pelepasan berupa celah tranversal (Radiopoetro, 1977).
Menurut Brotowidjojo (1993), ciri-ciri khusus dari kadal yaitu terdapat zat tanduk di sepanjang permukaan tubuhnya, mempunyai  cauda atau ekor, jantungnya terdiri dari dua antrium dan ventriculus. Kadal  mempunyai dua pasang anggota badan bersifat pentadectil yaitu extrimitas anterior dan extrimitas posterior.
Mabouya multifasciata mempunyai kulit yang bersisik dan kering yang kurang menembus air. Sehingga cairan yang hilang dari badan melalui kulit sedikit. Tulang rusuk pada kadal dapat bergantian merenggang kemudian merapat karena terdapat perangkat otot-otot tulang rusuk yang yang berlawanan (Kimball, 1991).
Menurut Brotowidjoyo (1993), sistem pencernaan kadal meliputi cavum oris, pharynx, oesophagus, ventriculus, intestinum crasum, dan kloaka. Lidah dijulurkan keluar untuk menangkap mangsa, giginya melekat pada rahang. Cavum oris dilanjutkan ke pharynx, oesophagus dan lambung dengan bagian fundus dan pilorus. Saluran pencernaan di lambung kemudian ke intestinum, rectum dan kloaka. Hati dan pankreas berpembuluh ke intestinum. Kloaka untuk mengeluarkan sisa pencernaan, sekret dan untuk reproduksi.
Sistem pencernaan kadal terdiri dari tenggorokan yang panjang dan lambung yang sederhana. Jantung kadal memanjang dan berwarna merah tua di depannya terlihat batang trachea dan jantung ini terdiri dari tiga ruang yaitu, dua antrium dan satu ventrikel (Djuhanda, 1982).
Sistem pernapasan kadal dapat dijumpai tulang tipis yang berlipat-lipat, dinamakan turbinal. Lidah kadal juga bersesuaian dengan lipatan choane membentuk saluran untuk mengalirkan udara pernafasan melalui choane ke dalam larynx. Diawali dari rima glottis, larynx, trachea, annulus trachealis (trachea yang tersusun dari cincin tulang rawan), bronchus, branchiolus, bifurcatio trachea (percabangan trachea) dan sepasang pulmo (Radiopoetro, 1977).
Sistem urogenital terdiri dari ginjal sepasang berbentuk tidak teratur, berwarna merah tua, terdiri dari dua lobi anterior dan posterior (Parker and Haswell, 1978). Kadal mempunyai kantong kemih atau kantong urin yang berfungsi membawa air untuk melembabkan  tanah yang akan digunakan sebagiai sarang. Ureter bermuara dalam kloaka dan akan diserap kembali ke dalam kantong urine.
Sistem genitalia pada kadal jantan terdiri dari sepasang testis berbentuk bulat telur, saluran efferen tidak tampak bermuara pada saluran epididymis dari testis sebelah kanan dan selanjutnya ductus efferen. Kadal jantan memiliki hemipenis di dekat kloaka. Ketika kopulasi organ ini dimasukan pada kloaka kadal betina. Sepasang hemipenis merupakan organ penyalur sperma. Jika pangkal ekor hewan jantan mati lemas ditekan, maka hemipenis akan mencuat keluar. Sedangkan Kadal betina memiliki ovarium dan osteum tuba yang berhubungan dengan oviduct yang bermuara di kloaka. (Djuhanda, 1984)
Sistem ekskresi pada kadal dibangun oleh sepasang ginjal yang terdapat agak ke pangkal ekor dari kaki belakang, bentuknya gepeng dan bewarna coklat. Terdapat sepasang ureter yang bermuara pada vesica urinaria (kantung kemih) yang kecil dan berakhir pada lubang kloaka (Jasin, 1989).
Perbedaan antara Kadal jantan dan Kadal betina adalah pada Kadal jantan terdapat sepasang testis, sedangkan pada kadal betina memiliki ovarium. Pada Kadal jantan testis yang terdapat pada sebelah letaknya lebih tinggi dari pada testis yang terdapat pada sebelah kanan,  sepasang ginjal dan hemipenis. Kadal betina memiliki sepasang ostium tuba, oviduct dan ovarium. (Brotowidjoyo, 1993).







IV. KESIMPULAN
 
Berdasarkan hasil pembahasan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
1.      Tubuh kadal terbagi tiga yaitu: kepala, badan, dan ekor. Kadal mempunyai sistem pernapasan, reproduksi, ekskresi, peredaran darah, dan persyarafan.
2.      Kadal memiliki  ciri khusus yaitu terdapat zat tanduk diseluruh permukaan tubuhnya, mempunyai ekor dan dua pasang anggota badan bersifat pentadektil yaitu extrimitas anterior dan extrimitas posterior.
3.      Sistem pencernaan kadal (Mabouya multifasciata) meliputi casum oris, pharynx, oesophagus, ventriculus, intestinum crasum, dan kloaka.
4.      Sistem pernapasan kadal diawali dari rima glottis, larynx, trachea, annulus trachealis (trachea yang tersusun dari cincin tulang rawan), broncus, branchiolus, bifurcatio trachea (percabangan trachea), dan sepasang pulmo.
5.      Kadal jantan memiliki hemipenis, memiliki sepasang testis (testis sebelah kiri lebih tinggi daripada sebelah kana) sedangkan kadal betina memiliki ovum.
6.      Sistem ekskresi kadal terdiri dari ginjal, ureter, vesica urinaria, dan bermuara pada kloaka.
DAFTAR REFERENSI
Brotowidjoyo, M.D.1993. Zoology Dasar. Erlangga, Jakarta.

Djuhanda, T. 1982. Anatomi dari Empat Species Hewan Vertebrata. Armico, Bandung.

Jasin, M. 1989. Sistematika Hewan Vertebrata dan Invertebrata untuk Universitas. Sinar Wijaya, Jakarta.

Kimball, J. W. 1991. Biologi Jilid 3. Erlangga, Jakarta.
Parker, T. J. and Haswell, W. A. 1978. Text Book of  Zoology II Vertebrates. The Mac Millan Press, New York.

Radiopoetra. 1977. Zoologi. Erlangga, Jakarta.

Storer, and Usinger. 1961. Elemen of Zoology. McGraw-Hill Book Company Inc., London



Tidak ada komentar:

Posting Komentar