ANATOMI KADAL
(Mabouya multifasciata)
Andriani Diah Irianti
B1J012011
Asisten : Marlina
LAPORAN PRAKTIKUM STRUKTUR DAN
PERKEMBANGAN HEWAN I
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS BIOLOGI
PURWOKERTO
2013
I. PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Kadal merupakan organisme reptil yang berjalan dengan melata,
memiliki dua pasang kaki dan biasanya dapat dijumpai pada area sawah dan perkebunan.
Tubuh kadal tertutupi oleh kulit yang kering dengan sisik-sisik zat tanduk
dipermukaan tanpa adanya kelenjar-kelenjar lendir. Warna pada kadal dapat
berbeda-beda berdasarkan lingkungan atau umur kadal itu sendiri. Kadal (Mabouya
multifasciata) mempunyai kemampuan bergenerasi pada bagian ujung ekor yang
lepas. Hal ini terjadi jika ekor kadal dipegang, maka vertebrata ini akan
melepaskan ekornya sebagai pertahanan dirinya.
Kadal (Mabouya multifasciata) merupakan jenis
kelompok kadal yang paling banyak di Afrika, kepulauan Indonesia dan Australia.
Jumlah spesies kadal ini melampaui jumlah familia reptil yang lainnya. Separuh
atau lebih spesies terdapat di Asia Tenggara dan hanya kira-kira 50 spesies
saja yang berada di belahan bumi barat. Kadal mempunyai dua pasang anggota
gerak yaitu sepasang kaki depan (extrimitas anterior) dan sepasang kaki belakang
(extrimitas posterior). Masing-masing berjari lima dan kuku-kuku yang cocok
untuk berlari, mencengkram dan naik ke pohon.
Kadal (Mabouya multifasciata) digunakan sebagai preparat
praktikum untuk mewakili kelas reptilia yang tidak berbisa sehingga tidak
berbahaya serta struktur anatominya yang mudah diamati dan dipelajari
bagian-bagiannya. Selain itu kadal juga mudah didapat.
B. Tujuan
Tujuan dari praktikum Struktur dan Perkembangan
Hewan 1 kali ini adalah untuk mengetahui Morfologi dan Anatomi Kadal (Mabouya multifasciata).
II. MATERI DAN BAHAN
A. Materi
Alat yang
digunakan adalah bak preparat, pinset, gunting beda
Bahan yang
digunakan adalah Kadal (Mabouya
multifasciata ), air kran, kloroform, tissue.
B. Metode
Metode yang
digunakan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut:
1. Kadal dimasukkan ke
larutan eter dan dibiarkan sampai mati lemas.
2.
Setelah mati kadal dibedah dan pembedahan dimulai dengan
pengguntingan di depan lubang kloaka ke sisi kiri dan kanan tubuh kemudian ke
arah depan melewati kaki depan sampai ke tengah rahang atas.
3.
Hemipenis kadal dapat diketahui dengan cara menekan pangkal
ekor.
4.
Bagian-bagian rongga mulut dapat diketahui dengan cara menggunting
kedua sudut mulut lebar-lebar, rahang dibuka kemudian ditarik bagian atas dan
bawah, maka bagian dalam akan kelihatan.
5.
Bagian-bagian dalam tubuh reptil diamati dan digambar serta
diberi keterangan gambar.
B. Pembahasan
Kadal (Mabouya multifasciata), menurut Storer
dan Usinger (1961) diklasifikasikan sebagai berikut:
Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Subphylum : Vertebrata
Classis : Reptilia
Subordo : Squamata
Familia : Latertilia
Genus : Mabouya
Spesies : Mabouya multifasciata
Hasil pengamatan anatomi kadal didapatkan
bahwa tubuh kadal (Mabouya
multifasciata) terbagi menjadi tiga bagian yaitu caput, truncus dan cauda.
Kadal mempunyai dua pasang kaki yang terletak pada bagian bawah, sepasang di
depan dan sepasang di belakang. Kulit kadal umumnya tertutup oleh lapisan squama epidermal yang menanduk, di
bawahnya disokong oleh lamina derminalis
yang menulang. Lubang pelepasan berupa celah tranversal (Radiopoetro, 1977).
Menurut Brotowidjojo (1993), ciri-ciri
khusus dari kadal yaitu terdapat zat tanduk di sepanjang permukaan tubuhnya,
mempunyai cauda atau ekor, jantungnya
terdiri dari dua antrium dan ventriculus. Kadal
mempunyai dua pasang anggota badan bersifat pentadectil yaitu extrimitas
anterior dan extrimitas posterior.
Mabouya multifasciata mempunyai kulit yang bersisik dan kering yang
kurang menembus air. Sehingga cairan yang hilang dari badan melalui kulit
sedikit. Tulang rusuk pada kadal dapat bergantian merenggang kemudian merapat
karena terdapat perangkat otot-otot tulang rusuk yang yang berlawanan (Kimball,
1991).
Menurut Brotowidjoyo (1993), sistem
pencernaan kadal meliputi cavum oris, pharynx, oesophagus, ventriculus,
intestinum crasum, dan kloaka. Lidah dijulurkan keluar untuk menangkap mangsa, giginya
melekat pada rahang. Cavum oris dilanjutkan ke pharynx, oesophagus dan lambung
dengan bagian fundus dan pilorus. Saluran pencernaan di lambung kemudian ke
intestinum, rectum dan kloaka. Hati dan pankreas berpembuluh ke intestinum.
Kloaka untuk mengeluarkan sisa pencernaan, sekret dan untuk reproduksi.
Sistem pencernaan kadal terdiri dari
tenggorokan yang panjang dan lambung yang sederhana. Jantung kadal memanjang
dan berwarna merah tua di depannya terlihat batang trachea dan jantung ini
terdiri dari tiga ruang yaitu, dua antrium dan satu ventrikel (Djuhanda, 1982).
Sistem
pernapasan kadal dapat dijumpai tulang tipis yang berlipat-lipat, dinamakan turbinal. Lidah kadal juga bersesuaian
dengan lipatan choane membentuk saluran untuk mengalirkan udara pernafasan
melalui choane ke dalam larynx. Diawali dari rima glottis, larynx, trachea,
annulus trachealis (trachea yang tersusun dari cincin tulang rawan), bronchus,
branchiolus, bifurcatio trachea (percabangan trachea) dan sepasang pulmo
(Radiopoetro, 1977).
Sistem
urogenital terdiri dari ginjal sepasang berbentuk tidak teratur, berwarna merah
tua, terdiri dari dua lobi anterior dan posterior (Parker and Haswell, 1978).
Kadal mempunyai kantong kemih atau kantong urin yang berfungsi membawa air
untuk melembabkan tanah yang akan
digunakan sebagiai sarang. Ureter bermuara dalam kloaka dan akan diserap
kembali ke dalam kantong urine.
Sistem genitalia pada kadal jantan terdiri dari
sepasang testis berbentuk bulat telur, saluran efferen tidak tampak bermuara
pada saluran epididymis dari testis sebelah kanan dan selanjutnya ductus
efferen. Kadal jantan memiliki hemipenis di dekat kloaka. Ketika kopulasi organ
ini dimasukan pada kloaka kadal betina. Sepasang hemipenis merupakan organ
penyalur sperma. Jika pangkal ekor hewan jantan mati lemas ditekan, maka
hemipenis akan mencuat keluar. Sedangkan Kadal betina memiliki ovarium dan
osteum tuba yang berhubungan dengan oviduct yang bermuara di kloaka. (Djuhanda,
1984)
Sistem
ekskresi pada kadal dibangun oleh sepasang ginjal yang terdapat agak ke pangkal
ekor dari kaki belakang, bentuknya gepeng dan bewarna coklat. Terdapat sepasang
ureter yang bermuara pada vesica urinaria (kantung kemih) yang kecil dan
berakhir pada lubang kloaka (Jasin, 1989).
Perbedaan antara Kadal jantan dan Kadal betina
adalah pada Kadal jantan terdapat sepasang testis, sedangkan pada kadal betina
memiliki ovarium. Pada Kadal jantan testis yang terdapat pada sebelah letaknya
lebih tinggi dari pada testis yang terdapat pada sebelah kanan, sepasang ginjal dan hemipenis. Kadal betina
memiliki sepasang ostium tuba, oviduct dan ovarium. (Brotowidjoyo, 1993).
Berdasarkan hasil pembahasan dapat diambil
kesimpulan sebagai berikut:
1. Tubuh kadal terbagi tiga yaitu: kepala,
badan, dan ekor. Kadal mempunyai sistem pernapasan, reproduksi, ekskresi,
peredaran darah, dan persyarafan.
2. Kadal memiliki ciri khusus yaitu terdapat zat tanduk
diseluruh permukaan tubuhnya, mempunyai ekor dan dua pasang anggota badan
bersifat pentadektil yaitu extrimitas anterior dan extrimitas posterior.
3. Sistem pencernaan kadal (Mabouya multifasciata) meliputi casum
oris, pharynx, oesophagus, ventriculus, intestinum crasum, dan kloaka.
4. Sistem pernapasan kadal diawali dari rima
glottis, larynx, trachea, annulus trachealis (trachea yang tersusun dari cincin
tulang rawan), broncus, branchiolus, bifurcatio trachea (percabangan trachea),
dan sepasang pulmo.
5. Kadal jantan
memiliki hemipenis, memiliki sepasang testis (testis sebelah kiri lebih tinggi
daripada sebelah kana) sedangkan kadal betina memiliki ovum.
6. Sistem ekskresi kadal terdiri dari ginjal,
ureter, vesica urinaria, dan bermuara pada kloaka.
DAFTAR REFERENSI
Brotowidjoyo,
M.D.1993. Zoology Dasar. Erlangga, Jakarta.
Djuhanda, T. 1982. Anatomi dari Empat Species Hewan Vertebrata. Armico,
Bandung.
Jasin, M. 1989. Sistematika Hewan
Vertebrata dan Invertebrata untuk Universitas. Sinar Wijaya, Jakarta.
Kimball,
J. W. 1991. Biologi Jilid 3.
Erlangga, Jakarta.
Parker, T. J. and Haswell, W. A. 1978.
Text Book of Zoology II Vertebrates. The
Mac Millan Press, New York.
Radiopoetra. 1977. Zoologi. Erlangga, Jakarta.
Storer, and Usinger. 1961. Elemen of Zoology. McGraw-Hill Book Company
Inc., London

Tidak ada komentar:
Posting Komentar