Super Junior - Donghae

Kamis, 20 Juni 2013

LAPORAN SPH 1 ANATOMI KATAK SAWAH

ANATOMI KATAK SAWAH
(Fejervarya cancrivora)






Andriani Diah Irianti
B1J012011
Asisten : Marlina


LAPORAN PRAKTIKUM STRUKTUR PERKEMBANGAN HEWAN 1


KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS BIOLOGI
PURWOKERTO

2013


I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Nama amphibi berasal dari bahasa Yunani dengan kata amphi yang berarti rangkap dan bios berarti hidup. Amphibi merupakan suatu kelompok chordata yang pertama kali keluar dalam kehidupan dalam air. Beberapa pola menunjukan pola baru yang disesuaikan dengan kehidupan di darat, misalnya : kaki, paru-paru dan  nostril. Amphibia adalah vertebrata yang secara tipikal dapat hidup baik dalam air tawar dan di darat. Sebagian besar mengalami metamorfosis dari berudu (akuatis dan bernapas dengan insang)  ke dewasa (amfibius dan bernapas dengan paru-paru), namun beberapa jenis amfibia tetap mempunyai insang dalam hidupnya. Salah satu yang tergolong kedalamnya adalah katak sawah (Fejervarya cancrivora) (Brotowidjoyo, 1994).
 Katak sawah (Fejervarya cancrivora) memiliki ciri-ciri khusus diantaranya memiliki kulit yang selalu basah dan berkelenjar, tidak bersisik luar. Memiliki dua pasang kaki untuk berjalan dan berenang, berjari 4 pada kaki bagian depan dan berjari 5 pada kaki bagian belakang. Tidak memiliki sirip dan pernapasannya dengan menggunakan insang ketika masih berbentuk berudu dan menggunakan kulit dan paru-paru ketika telah dewasa. Cor terbagi atas 3 ruangan, yakni dua ruangan auricula dan satu ventriculum. Terdapat 2 buah nares, mata berkelopak yang dapat digerakan, mulut bergigi dan berlidah (Storer, 1975).
Katak sawah (Fejervarya cancrivora) memiliki karakter yang unik. Katak sawah (Fejervarya cancrivora) digunakan untuk preparat pada praktikum kali ini sebagai wakil dari kelas amphibia. Selain banyak terdapat di alam sehingga mudah diperoleh ukurannya cukup besar. Katak sawah (Fejervarya cancrivora) menunjukan banyak persamaan bentuk dan fungsi dengan vertebrata tinggi termasuk manusia. Katak sawah (Fejervarya cancrivora) susunan tubuhnya mudah dipelajari dan diamati.

                                                          B.Tujuan
Tujuan dari praktikum Struktur dan Perkembangan Hewan 1 kali ini adalah untuk mengetahui Morfologi dan Anatomi Katak sawah (Fejervarya cancrivora).                                              



                                                II. ALAT DAN METODE
A.    Materi
Alat- alat yang digunakan adalah bak preparat, pinset, gunting bedah.
Bahan yang digunakan adalah  Katak sawah (Fejervarya cancrivora), tissue.

B.     Metode

Metode yang digunakan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut :
1.      Katak ditusuk bagian otaknya.
2.      Rongga mulut diamati dengan dibuka lebar-lebar.
3.      Katak diletakkan dengan bagian dorsal pada bak preparat.
4.      Kulit katak digunting dari medio posterior ke arah anterior, kemudian kulit dilepas dengan hati-hati.
5.      Otot-otot pada tubuh bagian ventral dan pada extrimitas posterior diamati dan dicatat.
6.      Tubuh bagian ventral digunting agar bias melihat organ dalamnya.
7.      Dinding perut sebelum medio posterior dijepit dengan pinset dan sedikit diankat.
8.      Lapisan otot disebelah kiri dan kanan linea alba digunting dengan hati-hati untuk menjaga kemungkinan terpotongnya vena abdominalis di bawah linea alba. Pengguntingan dilanjutkan dengan arah anterior sampai kira-kira dekat exiphisternum, kemudian ke kiri dan ke kanan sampai pangkal lengan atas.
9.      Organ-organ yang nampak diamati dan dicatat tanpa mengubah posisinya.
10.  Mulai dari pangkal oesophagus sampai ujung rectum dipotong, kemudian selaput yang menahan organ tersebut dengan dinding tubuh sebelah dorsal (selaput mesenterium) digunting.
11.  Mesenterium yang melekat antara gastrum dan duodenum dibiarkan karena pada selaput ini melekat pankreas.
12.  Organ-organ yang menunjukkan sistem pencernaan diamati dan dicatat.
13.  Sistem urogenitalia yang terdapat di bawah intestinum diamati dan dicatat.



B.     Pembahasan
Katak sawah (Fejervarya cancrivora) termasuk dalam kingdom Animalia, phylum Chordata, subphylum Vertebrata, class Amphibia, ordo Anura, family Ranidae, genus Fejervarya. Katak sawah (Fejervarya cancrivora) terdiri dari empat bagian yaitu caput, truncus, extrimitas anterior dan extrimitas posterior. Caput berbentuk segi tiga  dan memiliki beberapa organ yaitu cavum oris, organon visus, membrane tymphani dan nares externa. Cavum oris berukuran lebar dan tidak berada diujung kepala, tetapi sedikit ke bawah. Cavum oris membelah secara horizontal hampir keseluruh bagian kepala. Nares externa berukuran kecil, membran tymphani berbentuk cincin berwarna coklat kehitam-hitaman (Pujaningsih, 2007)
Truncus pendek dan kompak, memipih pada bagian distal yaitu daerah yang menempati vertebrae sacrales. Lubang cloaca terletak terminal. Extrimitas anterior pendek tetapi bagian-bagian dapat dikenal, karena adanya 4 buah jari disetiap bagiannya. Extrimitas posterior lebih panjang  dengan 5 buah jari yang disela-selanya terdapat selaput renang (web) yang membantu katak berenang. Extrimitas posterior terdiri dari femur, crus dan pes. Kulit katak dilengkapi dengan kelenjar-kelenjar yang menghasilkan lendir pada epidermis dan salurannya bermuara dipermukaan kulit (Pujaningsih, 2007)
Sistem pencernaan pada katak terdiri atas rongga mulut (cavum oris), pharynk, oesophagus, gastrum, duodenum, intestine, colon dan cloaca. Bangunan-bangunan yang berada di dalam cavum oris ialah dentis dan lingua. Cavum oris sebelah anterior berpangkal lingua dengan ujung yang bebas di sebelah posterior. Ujungnya berlekuk sehingga tampak bercabang dan oleh karena itu disebut bifida. Lingua dapat dijulurkan keluar dengan cepat yang berfungsi untuk menangkap dan memasukkan mangsanya ke dalam mulut (Radiopoetro, 1977). Kerongkongan adalah salah satu organ pencernaan makanan yang terletak di sebelah dorsal dari tenggorokan. Kerongkongan pada bangsa ikan dan amphibian lebih pendek dari pada bangsa reptilian karena pada bangsa ikan dan amphibian tidak mempunyai leher (Kent, 1983). Menurut Djuhanda (1982), rongga mulut (cavum oris) pada katak terdapat beberapa organ yang dapat dilihat antara lain lidah (lingua). Pangkal lingua melekat pada ujung anterior dan ujung dari lingua bifurkat (bercabang). Katak terdapat  choane di bagian langit-langit.
Menurut Radiopoetro (1977) sistem ekskretori pada katak sawah (Fejervarya cancrivora) terdiri dari ren, ureter, vesica urinaria dan papilla urogenitalis yang terdapat pada sepasang ren yang memanjang. Ureter adalah saluran yang keluar dari ren. Pada dinding ventral kloaka terdapat sebuah tonjolan ke luar berupa kantung dua lobi yang meluas ke dalam cavum abdominale. Kantung ini berfungsi untuk menyimpan urin sehingga disebut vesica urinaria. Cairan yang terdapat di dalamnya dapat mengalami reabsorbsi ke dalam peredaran darah dan berfungsi untuk mencegah kekeringan tubuhnya.
Reproduksi pada vertebrata umumnya sama, tetapi karena tempat hidup, perkembangan anatomi dan cara hidup yang berbeda menyebabkan adanya perbedaan pada proses fertilisasi. Sistem reproduksi pada katak jantan terdiri atas testis, vassa efferentia, vesica seminalis, corpus adiposum yang merupakan bahan cadangan makanan yang digunakan pada musim perkelaminan. Katak jantan mempunyai sepasang testis (bentuknya oval, warnanya keputih – putihan) terletak di sebelah atas ginjal. Testis diikat oleh alat penggantungnya yang disebut mesorchium. Testis terdapat saluran yang disebut vassa efferentia yang bermuara di cloaca. Bagian ureter yang dekat cloaka mengalami pembesaran yang disebut vesica seminalis yang berfungsi untuk penampungan sementara spermatozoa (Zug,1993). Organ reproduksi katak betina terdiri atas sepasang ovarium yang terdapat pada bagian belakang rongga tubuh diikat oleh penggantungnya yang disebut mesovarium. Katak betina ketika musim kawin pada ovarium terpadat, ovum yang masak akan menuju ke saluran yang disebut oviduct. Bagian posterior oviduct membesar membentuk uterus. Selanjutnya telur dikeluarkan melalui cloaka keluar dari tubuh. Katak sendiri terjadi fertilisasi eksternal (pembuahan di luar tubuh) dan pada musim kawin terjadi isyarat kawin oleh katak jantan dan katak betina. Perkawinan dilakukan dengan cara katak jantan menempel di atas punggung katak betina, lalu keduanya menyemprotkan sel–sel gametnya ke luar tubuh (Zug,1993).
Organ utama sekresi pada katak yaitu ginjal dan organ yang lainnya terdiri atas kandung kemih, ureter. Ginjal amphibi sama dengan ginjal ikan air tawar yaitu berfungsi untuk mengeluarkan air yang berlebih. Karena kulit katak permeabel terhadap air, maka pada saat ia berada di air, banyak air masuk ke tubuh katak secara osmosis. Katak yang berada di darat harus melakukan konservasi air dan tidak membuangnya. Katak menyesuaikan dirinya terhadap kandungan air sesuai dengan lingkungannya dengan cara mengatur laju filtrasi yang dilakukan oleh glomerulus, sistem portal renal berfungsi untuk membuang bahan – bahan yang diserap kembali oleh tubuh selama masa aliran darah melalui glomerulus dibatasi. Kantong urin merupakan derivat ektodermal dari cloaka. Ureter pada katak bermuara pada cloaka dan urin dari sini akan diserap kembali ke dalam kantong urin (Villee et al.; 1988).
Sistem otot pada katak dibagi menjadi empat bagian, yaitu sistem otot pada bagian kepala, sistem otot daerah pectoral, sistem otot daerah abdomen atau ventral dan sistem otot pada extrimitas posterior. Hasil dari pengamatan yang didapat adalah bahwa sistem otot daerah abdomen atau ventral dari katak sawah (Fejervarya cancrivora) terdiri dari musculus rectus abdominis, musculus obliqus externus, musculus obliqus internus. Musculus rectus abdominis terdapat medio ventral tubuh yang ditengahnya terdapat tendo berwarna putih yang disebut linea alba dan juga terdapat inscriptio tendinae yang berjumlah empat pasang (Moment,1967).
Sistem otot pada extrimitas posterior dari Katak sawah (Fejervarya cancrivora) terdiri dari dua bagian yaitu pada bagian femur (paha) dan crus (betis). Pada bagian femur dapat dikenali otot dari arah lateral ke medial antara lain : musculus trisep femoris, musculus sartorius, musculus adductor magnus, musculus gracillis mayor dan musculus gracillis minor. Sedangkan otot yang membangun bagian dari betis katak sawah antara lain : musculus gastronimeus, musculus tibialis anticus longus, musculus tibialis anticus brevis dan musculus tibialis posticus. Hal ini sesuai pernyataan dari Moment (1967) yang menyatakan bahwa Daerah extrimitas posterior terdapat musculus trisep femoris, musculus gracillis minor, musculus gracillis mayor, musculus sartorius, musculus adductor magnus. Bagian crus dibangun oleh musculus gastronimeus, musculus tibialis anticus longus, musculus tibialis anticus brevis, musculus tibialis posticus dan juga terdapat otot tendon dan tulang tibio fibula.

IV. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil dan pembahasan sebelumnya dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
1.             Bagian tubuh katak sawah (Fejervarya cancrivora) terdiri atas empat bagian yaitu: caput (kepala), badan (truncus), extrimitas anterior dan extrimitas posterior.
2.             Organ yang menyusun sistem pencernaan pada katak sawah (Fejervarya cancrivora) secara berurutan adalah cavum oris, pharynk, oesophagus, gastrum,  intestine, colon dan berakhir di cloaca.
3.             Organ ekskresi dari katak sawah (Fejervarya cancrivora) yaitu ren, ureter, vesica urinaria dan papilla urogenitalis
4.             Organ reproduksi atau genitalia pada katak sawah (Fejervarya cancrivora)  jantan terdiri dari : testis, vassa efferentia, vesica seminalis dan corpus adiposum.
5.             Organ reproduksi atau genitalia pada katak sawah (Fejervarya cancrivora)   betina terdiri atas sepasang ovarium, oviduct, uterus dan cloaca..
6.             Sistem otot daerah extrimitas posterior dari Katak sawah (Fejervarya cancrivora) terdiri atas : musculus trisep femoris, musculus gracillis minor, musculus gracillis mayor, musculus sartorius, musculus adductor magnus pada bagian femur (paha). Sedangkan pada bagian crus dibangun oleh musculus gastronimeus, musculus tibialis anticus longus, musculus tibialis anticus brevis, musculus tibialis posticus dan juga terdapat tedon dan tulang tibio fibula.




DAFTAR REFERENSI
Brotowidjoyo, M. D. 1994. Zoology Dasar. Erlangga, Jakarta.
Djuhanda, T. 1982. Anatomi dari Empat Species Hewan Vertebrata. Armico, Bandung.

Kent, George C. 1983. Comparative Anatomy of the Vertebrata. C. V. Mosby Company St. Louis

Moment, G. B. 1967. General Zoology. Bentley Glass, Boston.
Pujaningsih, R. I. 2007. Kodok Lembu. Kanisius, Yogyakarta.
Radiopoetro. 1977. Zoologi. Erlangga, Jakarta.
Storer dan Usinger. 1975. General Zoologi. Mc Graw-Hill, New Dehli.
Villee, C. A., W. F. Walker and R. D. Barries. 1988. General Zoology. W. B. Sauders Company, Philadelphia.

Zug, George R. 1993. Herpetolology: an Introduction Biology of Ampibians and Reptiles. Academic Press, London.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar